Saturday 18th November 2017,
ADITYA 91,5 FM SUBANG

Mengapa PR Jadi Beban Berat bagi Anak di Sekolah?

Mengapa PR Jadi Beban Berat bagi Anak di Sekolah?

PEKERJAAN rumah atau yang biasa disebut PR menjadi salah satu tugas seorang pelajar. Tugas tersebut diberikan oleh guru agar dikerjakan di rumah dengan tujuan agar siswanya mengulang kembali pelajaran di sekolah.

PR yang diberikan oleh guru tersebut memiliki banyak manfaat, seperti mengajarkan anak tanggung jawab akan tugas dan diri sendiri, mengulang pelajaran yang telah diberikan dan menumbuhkan motivasi agar anak mau belajar serta mengisi waktu di rumah tidak dengan bermain saja. Meski demikian, ternyata dengan adanya pekerjaan rumah yang diberikan guru, anak justru merasa terbebani dan tujuan yang diinginkan guru menjadi tidak terwujud sempurna.

Pasalnya, anak justru cenderung akan menyepelekan pelajaran di kelas dan memperlama pengerjaan tugas yang diberikan guru di dalam kelas. Hal tersebut terjadi, karena anak akan berpikir tugas yang diberikan guru dalam kelas akan dibuat PR jika tidak segera diselesaikan.

“Saya tidak lagi memberi PR pada siswa saya, karena mereka kerap berpikir ‘Nanti kalau tidak selesai pasti akan dibuat PR, jadi buat apa dikerjakan cepat-cepat di kelas?’,” ucap Titis Kartikawati, salah satu guru Sekolah Dasar di Sanggau, Kalimantan Barat, ketika menghadiri Temu Pendidik Tahunan 2017 di GOR Ragunan, Kemarin.

Oleh karena itu, Titis tidak lagi memberikan PR pada siswa-siswinya. Sebagai gantinya, Titis selalu memerintahkan anak didiknya untuk selesai mengerjakan tugas di dalam kelas, jadi mereka dapat bertanggung jawab dengan pekerjaan dan lebih menghargai waktu yang berjalan. Anak-anak muridnya pun bisa lebih tenang dan fokus ketika belajar di kelas karena ada waktu yang membatasi pengerjaan tugas mereka, jadi waktu untuk bermain di dalam kelas bisa berkurang dan suasana kelas jadi lebih tenang.

“Saya selalu memerintahkan anak-anak untuk menyelesaikan tugas yang saya berikan hari itu juga di dalam kelas, jadi mereka bisa lebih fokus dan tenang ketika mengerjakan. Selain itu, mereka juga tidak ada waktu lagi untuk bermain atau mengobrol ketika belajar,” ungkapnya.

Pekerjaan rumah pun bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mengajarkan anak bertanggungjawab, terlebih tanpa bantuan dan kepedulian orangtua di rumah. Titis juga mengatakan, sebaiknya, ketika anak diberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, berilah tugas yang juga melibatkan orangtua, karena keberhasilan pengajaran dan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan anak, tapi juga harus ada bantuan serta perhatian orangtua, agar anak bisa lebih berprestasi.

“Sebaiknya, berilah tugas yang juga melibatkan orangtua, jadi orangtua tidak hanya menyuruh anak belajar, tapi bisa sama-sama belajar. Hal tersebut juga bisa memperkuat dan menghangatkan hubungan antara orang tua dan anak,” tambah Titis.

Sumber : https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/16/196/1796085/mengapa-pr-jadi-beban-berat-bagi-anak-di-sekolah?utm_source=lifestyle&utm_medium=lifestyle_box&utm_campaign=breaking0

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response